
Prototipe XRQ-73, hasil dari program Demonstrasi Pesawat Propulsi Listrik Hibrida Seri (SHEPARD) milik Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (DARPA), terbang untuk pertama kalinya pada 14 April 2026.
Pesawat nirawak tersebut, yang dirancang oleh Northrop Grumman dan anak perusahaannya Scaled Composites, memiliki sistem propulsi ultra-senyap yang ditenagai oleh listrik dari turbin gas, menurut laporan situs The Aviationist.
Menurut Northrop Grumman, pesawat ini memiliki berat sekitar 555 kilogram dan diklasifikasikan sebagai Sistem Pesawat Nirawak (UAS) Grup 3 dalam sistem klasifikasi Departemen Pertahanan AS, yang menunjukkan ketinggian perkiraan 18.000 kaki dan kecepatan maksimum sekitar 250 knot.

Setelah beberapa keterlambatan dalam pengembangan, XRQ-73 terbang untuk pertama kalinya pada 14 April 2026, setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards. Pesawat modern ini digambarkan oleh DARPA sebagai “langkah maju dalam menunjukkan kegunaan militer propulsi hibrida-listrik”.

“Tonggak sejarah ini bukan hanya tentang satu penerbangan. Arsitektur yang dibuktikan oleh XRQ-73 membuka jalan bagi jenis baru sistem misi dan efek yang dapat dikirimkan. Kami menantikan untuk memajukan teknologi ini melalui program uji terbang dan menyediakan kemampuan baru bagi para prajurit kami,” kata Letnan Kolonel Clark McGehee, manajer program SHEPARD.
We recently flew the XRQ-73 hybrid-electric unmanned aircraft in collaboration with @AFResearchLab and @northropgrumman at Edwards Air Force Base, Calif.
Part of the SHEPARD program, the flight proves the military utility of hybrid-electric propulsion. ✈️⚡️ pic.twitter.com/CEO4GD7CqL
— DARPA (@DARPA) May 6, 2026
Foto: Northrop Grumman / X @DARPA. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
